Minggu, 01 Februari 2009

Kritik Perfilman Indonesia

Saya kadang bingung dan ternganga kalau melihat perfilman Indonesia, katanya yang semakin maju. Maksudnya maju di sini harus dipertanyakan. Ke mana arah kemajuan itu sebenarnya ? Arah Amerika (hollywood kah?) .

Bangsa Indonesia memiliki potensi budaya yang luar biasa. Budaya ketimuran yang seharusnya mampu diangkat dalam membangkitkan kemajuan perfilman indonesia. Tidak usah ikut-ikutan budaya barat yang lama-lama semakin hancur aja.

Kita sebagai bangsa timur dan sekaligus bangsa indonesia yang begitu kaya akan budaya bangsa harus mampu memilah mana produk film yang bagus. Mana bagian-bagian adegan dan gambar-gambar yang bagus yang sesuai dengan budaya kita dan kemajuan aja yang kita pilih.

Contoh bagian yang bagus dari film-film barat :
1. Akting yang natural (tidak berlebihan). Jadi ketika berbicara dengan orang lain terlihat biasa seperti alami bukan dibuat-buat seperti film-film indonesia.
2. Aktris dan Aktor yang mampu menjadi berbeda di setiap penampilannya. Banyak aktor Indonesia yang katanya udah profesional dan kawakan yang membawa karakternya dalam beradegan. Ketika dia muncul masih dibawa wajah yang biasa dibawa di film-film dia sebelumnya dan gaya bicara yang masih sama, seperti terlihat orang yang bermain-main saja. Jadi kita tidak bisa merasakan perasaan yang berbeda seperti merasakan berada di film tersebut. Berbeda dengan film barat mereka mampu tampil dengan wajah baru yang hampir kadang kita tak mampu mengenalinya kalau kita tidak melihat starringnya. Pernah dengan rambut gondrong, badan yang semakin besar dan gagah, atau dengan suara dan gaya yang berbeda dengan film sebelumnya.
3. Pemilihan kata (script) yang indah. Susunannya bagus, kadang kocak (lucu) yang tidak biasa, menggugah semangat, dll. Berbeda dengan indonesia selalu menggunakan kata-kata yang biasa dan membosankan, lebih-lebih materinya selalu sama (sama aja kalo kita dengerin materi sama pasti kita bosan kan). Materi yang selalu muncul adalah komunikasi remaja tentang cinta. Bahasa yang berlebihan (overakting) dan tidak begitu menggugah melainkan melemahkan.
4. Sentuhan teknologi yang baik. Baik teknologi dalam penyutingan, animasi, setting kamera, dll. Ini hal yang paling belum bisa dilakukan di Indonesia.
5. Pengaturan latar dan cahaya yang sempurna (tidak asal-asalan). Ketika berada di hutan ya benar-benar terasa di hutan, ketika ada di jaman dahulu ya benar-benar rasanya ada di jaman dahulu (bukan jaman dahulu yang dibawa di jaman sekarang seperti kerajaan yang ada mobilnya, berburu di jaman modern, pakaian celana jeans ada di cerita kerajaan semua seperti anak-anak yang sedang main-main saja). Lihat di Lord of the Ring, Troy, dll.
6. Kadang sentuhan science yang logis. Ketika menceritakan sebuah komet yang akan menabrak bumi, maka usaha manusia dalam menanganinya dengan mempelajari objek, sumber pengetahuannya, cara / metodologi yang logis bahkan dengan perdebatan dan argumentasi yang logis pula. Banyak cerita-cerita tentang teknologi di bidang alam, kedokteran, hewan, robot, dll.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan menggunakan etika yang baik dalam berinternet.
Prinsipkan "blogger yang santun dan berbudi"
Terima Kasih